Selasa, 27 Oktober 2009

PTK IPA

PENINGKATAN PEMAHAMAN TERHADAP SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA” DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI ”MAKE –A MATCH” PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 004 SENGATA UTARA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Diterbitkannya Peraturan Menteri No 22 tahun 2005 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri No 23 tahun 2005 tentang Standar Kelulusan serta Peraturan Menteri No 24 tahun 2005 tentang pelaksanaan Peratuan Menteri No 22 dan 23 Peraturan Menteri tahun 2005 mewajbkan tiap- tiap sekoah untuk melaksanakan pembelajaran mengacu standar isi dengan menggunakan kurikulum yang disusun oleh masing masing satuan pendidikan yang kita kenal dengan Kurkulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP).
Salah satu mata pelajaran yang ada pada standar isi adalah mata pelajaran IPA, yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pebelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar (Standar Isi mata pelajaran IPA untuk SD;2006;19)


Kondisi pembelajaran IPA saat ini di SD Negeri 004 Sengata Utara, kurang memuaskan hal ini antara lain dimungkinkan karena penyajian materi menggunakan strategi pembelajaran yang kurang menarik, proses pembelajarannya masih konvensional transfer pengetahuan dari guru kepada siswa sehingga tidak membangkitkan motivasi, kreativitas, siswa sangat pasif dan hanya tergantung pada
guru, siswa merasa bosan, banyak siswa mengantuk dan tidak ada motivasi untuk belajar. Kurangnya inovasi dari guru saat terjadinya pembelajaran disekolah, sesuai dengan pendapat sekitar 80% siswa yang menyatakan bahwa pembelajaran kurang menarik (hasil penjaringan dengan angket). Faktor-faktor tersebut di atas dapat menjadikan hambatan kemajuan belajar siswa, dan nilai kognitifnya masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Tidak semua strategi cocok untuk semua bahan kajian. Salah satu strategi yang penulis pilih untuk mengatasi permasalahan yang ada menggunakan strategi Make-A Match. Make-A Match adalah bentuk strategi pembelajaran dengan teknik belajar mengajar Mencari Pasangan yang dikembangkan oleh Lorna Curran. Anita Lie dalam Herminanto Sofyan mengatakan bahwa make a match adalah permainan mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan .Yang mana pada strategi ini menciptakan suasana bermain sehingga diharapkan dapat mangatasi rasa ngantuk, rasa bosan, timbul suasana yang menyenangkan hingga dapat menumbuhkan gairah belajar.
Khususnya untuk meningkatkan kemampuan siswa di kelas V dalam memahami sistem pencernaan pada manusia, penulis mencoba menggunakan permainan Make-A Match melalui tulisan yang berjudul; ”Peningkatan Pemahaman Terhadap Sistem Pencernaan pada Manusia dengan Menggunakan Strategi Make-A Match pada Siswa Kelas V SD Negeri 004 Sengata Utara.





2

1.2 Identifikasi Masalah :

1. Rendahnya pemahaman kemampuan siswa terhadap materi pelajaran
2. Kurangnya motivasi siswa dalam belajara
3. Pembelajaran yang monoton
4. Pembelajaran didominasi guru

1.3. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
”Bagaimana cara meningkatkan kemampuan siswa kelas V SD Negeri 004 Sengata Utara memahami sistem pencernaan pada manusia dengan menggunakan strategi Make-A Match”

1.4 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui cara meningkatkan kemampuan siswa kelas V SD Negeri 004 Sengata Utara untuk memahami sistem pencernaan pada manusia dengan menggunakan srategi Make-A Match.
2. Mengetahui peningkatan kemampuan siswa kelas V SD Negeri 004 Sengata Utara memahami sistem pencernaan pada manusia dengan menggunakan strategi Make-A Match.

1.5. Manfaat Penelitian

1.5.1 Bagi siswa
1. Peningkatan hasil belajar siswa dalam sistem pencernaan manusia
2. Peningkatan motivasi belajar siswa dalam memahami sistem pencernaan manusia



1.5. 2 Bagi guru
1. Peningkatan pembelajaran IPA menggunakan strategi Make-A Match.
2. Peningkatan profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran dan hasil belajar melalui strategi Make-Match.
3. Peningkatan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran di dalam kelas.
4. Peningkatan kemampuan guru dalam mengelolah kelas

1.5. 3 Sekolah
1. Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka perbaikan kualitas
pembelajaran dan kualitas sekolah secara umum.
2. Sebagai bahan masukan bagi sekolah untuk tetap mendorong dan memberikan
kesempatan kepada guru lainnya untuk melakukan inovasi pendidikan di sekolah


















BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Kajian Teori

Sistem pencernaan makanan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar-kelenjar yang berhubungan dengan proses pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengolah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap tubuh. Proses pencernaan terjadi pada karbohidrat, protein, dan lemak, sedandkan vitamin , mineral, dan air langsung diserap dan digunakan oleh tubuh. Urutan saluran pencernaan adalah : mulut-esofagus-lambung-usus halus-usus besar-rektum,dan berakhir di anus tempat pembuangan sisa/ampas pencernaan .Selain saluran pencernaan,pencernaan makanan juga dibantu ole kelenjar-kelenjar pencernaan,yaitu hati,pankreas,dan usus halus.

a. Rongga mulut.

Dalam rongga mulut terdapat lidah,kelenjar ludah dan gigi.Gerakan ludah berfungsi untuk membantu mencampur makanan dengan saliva dan mendorong makanan masuk ke esofagus.Kelenjar ludah didekat telinga,disebut glandula parotis, menghasilkan ludahberbentuk air yang mengandung amilase.Gigi manusia berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis .Pencernaan makanan diawali setelah makanan masuk rongga mulut. Di rongga mulut makanan dipotong-potong dan digiling menjadi ”berukuran kecil,dikunyah ,dan dibasahi ludah. Perubahan makanan dari bentuk besar menjadi kecil disebut pencernaan fisis,sedangkan diubahnya karbohidrat menjadi amilum oleh enzim amilase disebut pencernaan kimiawi.




5b. Esofagus (kerongkongan)
Kerongkongan berupa tabung otot yang panjangnya sekitar 25cm, memanjang dari akhir rongga mulut hingga lambung. Kerongkongan terdiri dari sepertga otot lurik dan otot polos bila terjadi kontraksi secara bergantian akan terjadi gerak peristaltik.Dengan gerak peristaltik ,makanan akan terdorong menuju lambung.
Menurut teori konstruktivis (sains depdiknas hal:9) satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat membeikan kemudahan untuk proses ini,dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide merekka sendiri ,dan mengajar siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut.

2.2 Strategi Make-A Match
Strategi pembelajaran merupakan rencana atau pola pembelajaran yang dapat digunakan untuk membentuk dan mengembangkan kurikulum, untuk mendesain pembelajaran (isntructional) dalam mata pelajaran tertentu (Rianto,2007 :11). Dalam hal ini strategi pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang mendiskripsikan prosedur yang sistimatis untuk mengorganisasikan pengelaman belajar dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan standar kompetensi dalam kurikulum/ standar isi
Permainan MAKE_A MATCH (mencari pasangan) menurut Anita Lie dalam Herdian,S.Pd (http://herdy07.wordpress.com/2009/04/29). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atu topik dalam suasana yang menyenangkan .Pembelajaran dengan menggunakan permainan mencari pasangan yaitu beberapa kartu yang berisi konsep atau topik yang cocok , satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Kartu dibagi kepada setiap siswa


setiap siswa memikirkan jawaban dari soal pada kartu yang dipegang ,kemudian jawaban
dapat dicari pada kartu yang tersedia.Setiap satu babak kartu dikocok lagi agar siswa mendapt kartu berbeda dari sebelumnya
Menurut Muhammad Faiq Dzaki http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009 langkah-langkah pembelajaran kooperatife Tipe Make a Match adalah sebagai berikut :1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk
sesi review (satu sisi kartu berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban)2) Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang
dipegang.3) Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu
soal/kartujawaban)4) Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin5) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda
dari sebelumnya, demikian seterusnya6) Kesimpulan.
Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru harus dapat membawa suasana pembelajaran yang kondusif,siswa betul-betul dapat menikmati proses pembelajaran tanpa ada beban.Suasana menyenangkan dapat diciptakan oleh guru dengan bentuk-bentuk permainan.Sistem pencernaan makanan pada manusia dapat diajarkan dengan menggunakan permainan kartu untuk mencari pasangan (strategi Make-A Match)

B. Hipotesis:
Penggunaan Strategi Make-A Match dapat meningkatkan kemampuaan siswa terhadap konsep sistem pencernaan makanan pada manusia.


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dirancang pelaksanaannya dalam 2 siklus sedang masing-masing siklus melalui 4 tahapan kegiatan yakni : (1) membuat rencana tindakan ,(2) melaksanakan tindakan,(3)mengadakan pengamatan, dan(4) mengadakan refleksi.Dari hasil refleksi siklus satu,ditindak lanjuti dengan rencana tindakan pada siklus dua dan dilanjutkan untuk kegiatan siklus tiga diharapkan telah memperoleh hasil sesuai tujuan yang diharapkan.Untuk mengetahui kondisi awal sebelum pelaksanaan siklus 1, dilaksnakan pre tes yang hasilnya di gunakan sebagai masukan memasuki tahap perencanaan.

Adapun diskripsi kegiatan siklus adalah:
SIKLUS I
a. Rancangan Penelitian.
Pada tahap ini dimulai dengan mengadakan pertemuan, yakni dua guru yang terkait sebagai subyek penelitian membahas hal-hal yang perlu dilaksanakan, yakni:
1. Menemukan kesepakatan tentang masalah yang akan dipecahkan. Hasilnya berupa kesepakatan untuk mengangkat masalah bagaimana strategi menggunakan Make-A Match
2. Menyusun instrumen penelitian dan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan sebagai berikut:
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, disusun dengan alokasi waktu 2 jam (2x30 menit) atau satu kali tatap muka, adapun SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) adalah sebagai berikut : Standar Kompetensi:
a. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia


Kompetensi Dasar :
1.4 Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 75. Dalam perencanaan pembelajaran disiapkan tiga RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk tiga kali siklus tindakan yang
mana masing-masing dirinci mulai dari
kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup (lihat lampiran...).
2). Kartu soal dan kartu jawaban yang dibuat terpisah (sebagai contoh terlampir).guru membuat potongan-potongan kertas kecil berukuran 5x15cm dan masing-masing potongan kertas di tulis pertnyaan dan sebagai jodohnya (potongan kertas yang lain) ditulis untuk jawabannya.
3) Lembar observasi : untuk guru dan untuk siswa (lihat lampiran ...)
4) Lembar evaluasi yang dilengkapi dengan kunci jawaban dan skor penilaian (lihat lampiran ...)

Perubahan yang diharapkan dari siklus I adalah terjadinya peningkatan interaksi siswa dalam proses pembelajaran yang akan berdampak pada peningkatan perolehan nilai hasil belajar dibandingkan dengan nilai pretes.

b.Tahap Pelaksanaan.

Siklus I dilasanakan selama 2 jam pelajaran (2x30 menit). Pada tahap ini dilakukan hal-hal sebagi berikut:
Melaksanakan kegiatan pembelaaran sesuai dengan rencana dan strategi pada RPP dengan tujuan pembelajaran sebagaia berikut; (1) siswa dapat menebutkan tiga organ penyusun sistem pencernaan pada manusia, (2) siswa dapat menjelaskan tiga fungsi organ sistem pencernaan makanan pada manusia, dan (3) siswa dapat membuat gambar sistem pencernaan makanan pada manusia secara berurutan.


Langkah-langkah kegiatan; (1) pendahuluan yang terdiri dari prasyarat dan motivasi, (2) kegiatan meliputi tujuh macam, yaitu diskusi kelas dengan membahas materi berdasarkan tujuan pembelajaran, menyiapkan kartu konsep, mebentuk kelompok, membagi kartu konsep, memasangkan kartu konsep, kartu dikocok ulang, dan menilai hasil belajar siswa, (3) penutup terdiri dari dua kegiata, yaitu siswa bersama guru membuat kesimpulan, dan guru mengevaluasi kegiatansiswa secara tertulis.

c. Tahap Pengamatan

Pada tahapan ini kolaborator mengamati hal-hal berikut;
1. Kegiatan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa, mengorganisasikan kegiatan, menjelaskan apa yang harus siswa lakukan, memonitor, mengulas kesulitan yan dihadapi siswa, memuji keberhasilan siswa, dan sebagainya.
2. Interaksi proses pembelajaran antara guru dan siswa, siswa dan guru, serta siswa dan siswa.
3. Suasana belajar, sikap siswa, motivasi dan keaktifan siswa terhadap kegiatan yang disajikan, caranya adalah mencatat semua kejadian/hal-hal yang berkaitan dengan objek yang diamati secara berkelompok.
Untuk merekam hal-hal yang diamati, dilakukan oleh kolaborator dengan menggunakan lembar observasi untuk guru dan siswa, dan lembar penilian hasil belajar siswa. Lembar observasi untuk guru dan siswa serta lembar penilaian hasil belajar (terlampir).

d. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi ini kolaborator mengumpulkan data yang direkam dalam instrumen penelitian yang digunakan, selanjutnya dievaluasi bersama pada waktu pertemuan. Adapun kriteria keberhasilan akan tanpak dari analisis data yakni perubahan sikap siswa yang semula pasif menjadi aktif, yang semula membuat kesalahan dalam


menyelesaikan tugas menjadi berkurang kesalahannya, para siswa aktif tidak ada yang mengantuk. Kegiatan pembelajaran tanpak menarik dan menyenangkan serta lebih didominasi oleh siswa. Selanjutnya hasil analisis data dikaitkan dengan kriteria keberhasilan, digunakan untuk menentukan rencana ulang perbaikan kelemahan yang ada pada pelaksanaan tindakan siklus berikutnya.

Siklus II

a. Rancangan Penelitian.

Pada tahap ini dimulai dengan mengadakan pertemuan, yakni dua guru yang terkait sebagai subyek penelitian membahas hal-hal yang perlu dilaksanakan, yakni:
1. Membahas hasil refleksi siklus I. Hasilnya berupa kesepakatan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi Make-A Match
2. Menyusun instrumen penelitian dan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan sebagai berikut:
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, disusun dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2x30 menit) atau satu kali tatap muka. adapun SK(Standar Kompetensi) dan KD(Kompetensi Dasar) adalah sebagai berikut:
Standar Kompetensi: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi Dasar : 1.4 Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 75. Dalam perencanaan pembelajaran disiapkan tiga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk siklus II, tindakan yang masing-masing dirinci mulai dari kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup (lihat lampiranuntk RPP siklus II).
2). Kartu soal dan kartu jawaban yang dibuat terpisah (sebagai contoh terlampir). Guru membuat potongan-potongan kertas kecil berukuran 5x15cm dan masing-

masing potongan kertas di tulis pertnyaan dan sebagai jodohnya (potongan kertas yang lain) ditulis untuk jawabannya.
3) Lembar observasi : untuk guru dan untuk siswa (lihat lampiran sama dengan lampiran siklus I).
4) Lembar evaluasi yang dilengkapi dengan kunci jawaban danskor peniaian (lihat lampiran siklus II).
Perubahan yang diharapkan dari siklus I adalah terjadinya peningkatan interaksi siswa dalam proses pembelajaran yang akan berdampak pada peningkatan perolehan nilai hasil belajar dibandingkan dengan nilai pretes.


b.Tahap Pelaksanaan.
Siklus I dilasanakan selama 2 jam pelajaran (2x30 menit) dengan membahas tujuan pembelajaran; (1) siswa dapat membedakan pencernaan makanan secara mekanik dengan secara kimiawi, (2) siswa dapat menjelaskan tiga fungsi enzim pencernaan makanan pada manusia, dan (3) siswa dapat menjelaskan proses penyerapan sari makanan pada usus halus.
Langkah-langkah kegiatan; (1) pendahuluan yang terdiri dari prasyarat dan motivasi, (2) kegiatan meliputi tujuh macam kegiatan, yaitu menyiapkan kartu konsep, diskusi kelas membahas materi sesuai tujuan pembeljaran, mebentuk kelompok, membagi kartu konsep, memasangkan kartu konsep, kartu dikocok ulang, menilai hasil belajar siswa , (3) penutup terdiri dari dua kegiatan, yaitu siswa bersama guru membuat kesimpulan, dan guru mengevaluasi kegiatan siswa secara tertulis.






12c. Tahap Pengamatan

Untuk merekam hal-hal yang diamati, dilakukan oleh kolaborator dengan menggunakan lembar observasi untuk guru dan siswa, dan lembar penilian hasil belajar siswa. Lembar observasi untuk guru dan siswa serta lembar penilaian hasil belajar, dengan hal-hal yang diamati sebagai berikut :

1. Kegiatan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa, mengorganisasikan kegiatan, menjelaskan apa yang harus siswa lakukan, memonitor, mengulas kesulitan yan dihadapi siswa, memuji keberhasilan siswa, dan sebagainya.
2. Interaksi proses pembelajaran antara guru dan siswa, siswa dan guru, serta siswa dan siswa.
3. Suasana belajar, sikap siswa, motivasi dan keaktifan siswa terhadap kegiatan yang disajikan, caranya adalah mencatat semua kejadian/hal-hal yang berkaitan dengan objek yang diamati secara berkelompok.

Untuk merekam hal-hal yang diamati, dilakukan oleh kolaborator dengan menggunakan lembar observasi untuk guru dan siswa, dan lembar penilian hasil belajar siswa. Lembar observasi untuk guru dan siswa serta lembar penilaian hasil belajar, terlampir.


d. Tahap Refleksi

Refleksi dilaksanakn pada akhir pertemuan siklus II oleh peneliti dan kolaborator. Data yang menjadi dasar diskusi adalah; (1) hasil observasi untuk guru, (2) lembar observasi untuk siswa, dan (3) instrumen penilaian hasil belajar siswa.
Jika hasil refleksi menujukkan hasil yng memuaskan, maka kegia selanjutnya merencanakan tindakan untuk siklus III dengan mengadakan penyempurnaan terhadap kelemahan-kelemahan yang timbul pada siklus II.
13
B. Subjek Penelitian

Yang menjadi subjek penelitian ini adalah kelas V semester 1 tahun pelajaran 2009/2010 sejumlah 41 orang daftar nama pada lampiran ... . Kolaborator dalam penelitian ini terdiri atas dua orang, yaitu (1) Sunarti, (2) Mujiono.

C. Instrumen penelitian

Dalam penelitian ini digunakan instrumen penelitian berupa ;
1. Lembar observasi untuk guru, digunakan pada saat proses pembelajaran berlangsung oleh kolaborator. Instrumen observasi guru berisi kegiatan guru, berupa; (1) memberikan salam dan memberi persiapan siswa, (2) memberi penjelasan langkah-langkah kegiatan, (3) memberi motivasi dan pengarahan dan pembagian kelompok, (4) membagikan kartu konsep pada setiap siswa, (5) aktif mengarahkan dan mengamati kegiatan siswa, (6) membimbing siswa dalam membuat kesimpulan, (7) menilai siswa yang maju mengemukakan pendapat, (8) menilai siswa yang aktif dan tidak aktif dalam kegiatan
2. Lembar observasi untuk siswa digunakan untuk mengamati kinerja siswa dalam proses pembelajaran. Tindakan siswa yang diamati berupa; (1) setiap siswa mengikuti pembelajaran dari guru, (2) siswa aktif mengikuti penjelasan dari guru, (3) siswa antusias membagi kelompok dengan bimbingan guru, (4) siswa aktif mencarai pasangan konsep berdasaran kelompok, (5) siswa bekerjasama dengan keompok regu, (6) siswa menyimpulkan hasil kegiatan kelomoknya, (7) siswa mencatat kesimpulan.
3. Angket siswa yang digunakan utnuk menjaring pendapat siswa tentang aktivitas pembelajaran, menyenangkan atau tidaknya PBM tersebut.
4. Penilaian hasil belajar, merupakan perankat soal dengan pokok materi Sistem pencernaan pada manusia (terlampir).


14
D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diinginkan, peneliti menggunakan lembar observasi, angket respon siswa, dan perangkat tes tulis. Observasi peneitian ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan lembar observasi yang erdiri dari; (1) lembar pengamatan pelaksanaan kegiatan PBM, (2) lembar pengamatan aktivitas siswa dan guru, dan (3) angket respon siswa.


E. Teknik Analisis Data

Data-data yang diperoleh dari kolaborator yang berupa pengamatan pelaksanan PBM, pengamatan aktivitas guru dan siswa, dan respon dari siswa.Untuk mengetahui
(1) keterlaksanaan proses pembelajaran siswa dengan menggunakan Make-A Match (keaktifan siswa) menggunakan prosentase yaitu jumlah aktivitas yang muncul/terlaksananya/jumlah total keseluruhan aktivitas dikalikan 100%, atau dapat dirumuskan sebagai berikut :

Prosentase tiap aktifitas = A/B x 100%
Keterangan :
A= jumlah aktivitas yang terlaksana
B = jumlah total keseluruhan aktivitas
(2) data pengamatan aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dianalisis dengan menghitung prosentase (%), yaitu banyaknya frekuensi aktivitas yang muncul dibagi dengan jumlah total keseluruhan frekuensi aktivitas dikalikan 100%, atau dapat dirumuskan sebagai berikut :
Prosentase tiap aktivitas = A/B x 100%
Keterangan :
A = jumlah frekuensi aktivitas yang muncul dan teramai selama tiga kali tatap muka
B = jumlah total frekuensi ativitas
15
(3) data hasil respon siswa terhadap pelaksanaan PBM dianalisis dengan menentukan prosentase tiap option jawaban pada tiap aspek. Hal ini dilakukan denga cara membagi jumlah siswa yang menjawab option tertentu dengan jumlah seluruh siswa kemudian dikalikan 100%.

(4) data hasil belajar meliputi nilai hasil belajar siswa siklus I dan siklus II. Cara menilai tes dilakukan dengan mengacu pada rubrik jawaban soal.Data hasil belajar siswa kemudian dianalisis dengan terlebih dahulu menentukan standar keberhasilan siswa dan standar keberhasilan pembelajaran. Standar keberhasilan siswa dilihat dari penguasaan indikator/tujuan pembelajaran mencapai skor berdasarkan KKM (75%).

Jumlah tujuan pembelajaran yang dicapai
Ketuntasan belajar siswa = -------------------------------------------------- X 100%
Jumlah semua tujuan pembelajaran














16

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar